Suara Marhaen: pertanian
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label pertanian. Show all posts
Showing posts with label pertanian. Show all posts

Pertanian Organik untuk Bali yang Organik

Written By Unknown on Tuesday, April 23, 2013 | 5:55 PM


Suaramarhaen.com, Denpasar. Seminar Nasional dengan tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Pertanian Menuju Pertanian Organik” diselenggarakan dalam serangkaian Dies Natalis XX ISMPI (Ikatan Senat Mahasiswa Indonesia).  Tema ini diusung untuk mensosialisasikan Pertanian Organik yang sedang gencar di galakkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana serta Pemerintah Provinsi Bali.
Seminar yang diadakan di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala kantor Gubernur Bali ini mengundang Arif Satria Dekan IPB dan TO Suprapto dari Joglo Tani selaku narasaumber. Seminar ini awalnya akan diisi juga oleh I Made Mangku Patika Gubernur Bali. Namun karena adanya kesibukan lain Gubernur Bali mendelegasikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Dalam pemaparan materinya, Ida Bagus Wisnuardhana banyak memperkenalkan Simantri yang merupakan salah satu program dari Pemerintah Provinsi Bali. Untuk mengulas permasalahan pertanian tidaklah cukup hanya dari mahasiswa Pertanian ataupun sarjana Pertanian saja, melainkan perlu adanya kebijakan pemerintah yang memang mendukung segala kegiatan pertanian di Indonesia.
Tampak antusiasme peserta seminar yang dominan merupakan delegasi dari Fakultas Pertanian seluruh Indonesia. Pertanyaan yang kritis terlontar dari beberapa mahasiswa yang berkesempatan untuk bertanya kepada 3 orang Narasumber.
Menurut penuturan Ketua Panitia, ISMPI belum banyak memiliki progres dan kegiatan. “ISMPI itu antara ada dan tiada. Untuk kedepan kiranya kegiatan-kegiatan nasional seperti ini perlu ditingkatkan lagi untuk menjallin komunikasi antar mahasiswa Pertanian khususnya. Jadi bisa sharing juga mengenai pertanian di daerah masing-masing serta lebih dalam membahas tentang pertanian saat ini untuk memajukan pertanian.” Ujar Raganatha disela-sela kesibukan acara.(canna)

Seminar Nasonal ISMPI


Guberur Bali : Malu Menjadi Sarjana Pertanian

Foto : Google.com (Made Mangku Pastika)

suaramarhaen.com, Denpasar. Alih fungsi lahan sangat tinggi di Indonesia, sehigga menjadi kekawatiran bagi sebagian mahasiswa. Selasa (23/4) Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) menggelar Seminar Nasional di Wismasabha Kantor Gubernur Bali. Seminar kali ini mengangkat tema "Meningkatkan kualitas sumber daya pertanian menuju pertanian organik"

 "Kita takut 10 sampai 20 tahun mendatang anak cucu kita tidak tau tanaman padi,  ini menjdi kekawatiran kami sebagai mahasiswa pertanian" ujar sekjen ISMPI dalam sambutannya. Seminar ini juga diharapkan mampu meningkatkan kembali pertanian agar pertanian tidak tditinggalkan generasi muda.

Hal senada disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. "Pemuda bali tidak tertarik menjadi petani, karena lapangan pekerjaan lain banyak, lebih menjanjikan, lebih bergengsi kalau petani, sudah miskin, kotor, jelek tidak parlente" ujar Mangku Pastika dalam sambutanya.

Lebih lanjut, Gubernur Bali mengungkapkan sebagai manusia logis kalau orang Bali menjual tanahnya yang sempit, karena dengan bertani bagaimana orang bisa kaya.
Kritik pedas juga disampaikan gubernur terhadap sarjana pertanian. "BPTP itu banyak sekali melakukan penelitian, namun tidak pernah terimplementasi di lapangan, kalau saya jadi sarjana pertanian sudah saya robek ijasah saya" terangnya disambut tepuk tangan oleh peserta seminar.

Seminar dihadiri oleh mahasiswa pertanian seluruh Indonesia yang tergabung dalam ISMPI menghadirkan dekan ITB, komunits Joglo Tani dan Kepala Dinas Pertanian Pangan Provinsi Bali. Harapanya dengan acara ini para pemimpin terus memperhatikan pertanian di Indonesia, karena negara yg kuat adalah memiliki pertanian yg kuat. (GM)

"PasarMini" Sanur Comunity Market

Written By Unknown on Friday, April 19, 2013 | 12:17 AM


Pangan Sehat Untuk Hidup Yang Sehat


suaramarhaen.com, Denpasar. Sanur Community Market (SCM) adalah salah satu kegiatan rutin komunitas Healthy Food Healthy Living (HFHL) yang bertujuan untuk kampanye pangan sehat. Kenapa namanya Sanur? “Karena HFHL bekerja sama dengan pemilik toko Satvika Bhoga yang kebetulan di Sanur, mkanya samany sanur community market” kata Ilyas Dede Saputra, ketua komunitas HFHL.
SCM perdana di tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 April 2013 bertempat di Jalan Hang Tuah No.9, Sanur. Di halaman depan Toko Organic Sarvika Bhoga. Kegiatan bertepatan dengan diperingatinya Hari Kartini. bercermin dari hal tersebut diangkat sebuah tema untuk kegiatan yakni “Perempuan, Makanan, dan Kesehatan”. Pemilihan tema tersebut didasarkan atas sosok perempuan yang senantiasa menjadi tonggak dalam urusan membuat dan menyiapkan makanan, serta kesehatan individu yang disajikanjuga tergantung padanya.
Sebagai pasar mini pangan sehat dan produk kreatif, juga akan diadakan beberapa kegiatan untuk menunjang kampanye HFHL. “ Pojok Informasi Kanker Serviks,Lomba Fotografi dan Lomba Fotogenik dengan Tema Perempuan, Makanan, danKesehatan, serta Ngamen” papar ilyas.
Dari kegiatan ini HFHL berharap agar ada penyadaran di kalangan masyarakat dan anak muda akan pentingnya pangan sehat. “Harapan kami SCM menjadi kegiatan rutin dan tetap untuk menyadarkan anak muda agar mengkonsumsi pangan makan sehat untuk hidup yang sehat” jelasnya. Dia juga menghimbau kepada pemuda dan masyarakat untuk hadir di acara tersebut dan siapapun boleh hadir, gratis. "Udah gratis, ada bagi-bagi sayur gratis juga loh" tambah Ilyas sambil tersenyum.

Dialog Penyampaian Visi Misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali

Written By Unknown on Thursday, April 18, 2013 | 8:00 PM


Strategi Pembangunan Pertanian di Bali

foto : suryapariwisata.wordpress.com (ilustrasi)
Suaramarhaen.com, Denpasar. Dalam kesempatan yg sama. Prof. Windia juga memaparkan tentang strategi pembangunan pertanian di Bali. "Subak harus diberikan kegiatan ekonomi dan tidak boleh digantikan oleh kelompok-kelompok lain" papar Prof Windia yang salah seorang Guru Besar di Fakultas Pertanian tersebut.
Menurutnya pembangun pertanian dalam jangka pendek pemerintah harus mengambil beberapa kebijakan strategis. Bebaskan pajak PBB, menjamin irigasi dan membentuk komisi irigasi yg melindungi subak, melindungi sumber air irigasi dari dari pihak-pihak kapitalis yang memanfaatkan sumber irigasi untuk kebutuhan ekonomi.

Selain itu beliau juga mendesak pemerintah untuk membuat kawasan subak abadi. "Buat kawasan subak abadi, jangan sampai seperti sekarang petani kita sudah pingsan" ujarnya.
Harapan Prof Windia yang juga salah satu Akademisi dan pemerhati subak. Agar subak jadi unit keg ekonomi pedesaan, dan mampu membangun Desa. (kd)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Suara Marhaen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger